GURUMESUJI.COM Tempat Berbagi Info Pendidikan Terbaru, Info Guru, Tunjangan Guru, Ujian Nasional, Perangkat Mengajar, BOS, dan Info CPNS.

Kamis, 20 Februari 2020

Mas Menteri Canangkan 2 Kompetensi Baru Dalam Pembelajaran di Sekolah, Apakah Itu?

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sedang mencanangkan kompetensi baru dalam sistem pembelajaran di sekolah. Ada dua kompetensi baru yang akan ditambahkan dalam pembelajaran yaitu Computational Thinking dan Compassion. 

Menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Awaluddin Tjalla, dua kompetensi dasar baru itu harus dimasukkan ke kurikulum agar anak siap menghadapi masa depan dan bagi guru bisa mengajar dengan baik. "Dua komponen ini disampaikan oleh Mas Menteri (Nadiem Makarim) sebagai komponen penting yang harus ada dalam perspektif kurikulum," jelas Awaluddin di  acara Grow With Google di Perpusnas, Jakarta, Selasa (18/2).


Apakah yang dimaksud dengan Computational Logic (Computational Thinking) dan Compassion?. Simak penjelasan singkat berikut ini :  

1. Computational Thinking
Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT memang memiliki peran penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT juga dapat digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika dan ilmu pengetahuan. Siswa yang belajar dimana CT diterapkan dalam kurikulum (proses pembelajaran) dapat mulai melihat hubungan antara mata pelajaran, serta antara kehidupan di dalam dengan di luar kelas.
 
Computational Thinking (CT) merupakan aktivitas ektra kulikuler yang mengedukasi anak untuk memiliki kemampuan problem solving (penyelesaian masalah) dalam era digital. Menurut Inggriani Liem "Karena nantinya kan banyak solusi yang lahir dalam bentuk aplikasi, software, maupun sistem komputer maka dibutuhkan Computational Thinking,".

Sedangkan menurut Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud Awaluddin Tjalla computational thinking ini nantinya harus menjadi sebuah budaya dalam pembelajaran. "Dengan guru yang memiliki kemampuan strategi dalam memecahkan masalah, secara naluriah akan dituangkan di-share dalam bentuk bagaimana dia menginisiasi di dalam mata pelajaran. Computational Thinking ini juga bukan hanya untuk mata pelajaran matematika, sains," terangnya.
 
2. Compassion
Compassion merupakan kompetensi yang harus dimiliki guru ketika mengajar. Compassion sekaligus dapat membangun integritas.  Menurut Awaludin "Guru harus punya minat bakat dan integritas yang tinggi dalam sebuah profesi. Dalam mengajar, guru yang baik ialah yang punya compassion untuk mengajar dengan baik. Artinya, dia mencintai profesinya sebagai pendidik,".
 Sedangkan menurut Inggriani Liem ketika anak sudah diperkenalkan dengan sistem komputer dan segala macam platform digital dibutuhkan Compassion atau melakukan dengan 'hati nurani'.

"Karena kalau semua di komputasi jadi robot tidak punya hati, bukan manusia. Untuk bisa bikin robot harus kreatif, inovatif, harus tahu robot itu untuk apa. Jadi computational thinking cuma platform, sistem computing kan ada manusianya,".

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © GURU MESUJI | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com